Dalam riwayat Imam al-Bukhari disebutkan:

وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ وَأَبُو هُرَيْرَةَ يَخْرُجَانِ إِلَى السُّوقِ فِي أَيَّامِ الْعَشْرِ يُكَبِّرَانِ وَيُكَبِّرُ النَّاسُ بِتَكْبِيرِهِمَا

“Dahulu Ibn ‘Umar dan Abu Hurairah keluar menuju pasar pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah sambil mengumandangkan takbir, lalu orang-orang ikut bertakbir mengikuti takbir keduanya.”

Atsar (amalan sahabat) ini memberikan gambaran sangat menarik tentang bagaimana generasi awal Islam membangun budaya spiritual yang menyatu dengan kehidupan sosial. Pasar yang identik dengan aktivitas ekonomi, transaksi, dan kesibukan dunia tidak membuat mereka lalai dari dzikir kepada Allah. Justru di tengah keramaian itulah syiar tauhid dihidupkan.

[source: https://mui.or.id/public/index.....php/baca/opini/sepu ]