Pukul tiga dini hari, aku bertanya pada rembulan di luar jendela. Bagaimana jika akhirnya, bukan namanya yang Tuhan tuliskan untukku? 𝐵𝑎𝑔𝑎𝑖𝑚𝑎𝑛𝑎 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟𝑛𝑦𝑎, 𝑏𝑢𝑘𝑎𝑛 𝑎𝑘𝑢 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑇𝑢ℎ𝑎𝑛 𝑡𝑎𝑘𝑑𝑖𝑟𝑘𝑎𝑛 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘𝑛𝑦𝑎? 𝐵𝑎𝑔𝑎𝑖𝑚𝑎𝑛𝑎 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟𝑛𝑦𝑎, 𝑠𝑒𝑚𝑢𝑎 𝑑𝑜𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑘𝑢𝑙𝑎𝑛𝑔𝑖𝑡𝑘𝑎𝑛 𝑏𝑒𝑟𝑢𝑗𝑢𝑛𝑔 𝑠𝑖𝑎-𝑠𝑖𝑎? Malam itu, aku tak banyak meminta. Hanya diam dalam sujud panjang yang lama, seolah menunggu sesuatu yang tak kunjung tiba. Lalu tiba-tiba, sehelai daun gugur di luar jendela. Setelahnya, aku teringat satu hal penting yang kulupakan… bunyinya seperti
“... 𝐷𝑎𝑛 𝑡𝑖𝑑𝑎𝑘 𝑠𝑒ℎ𝑒𝑙𝑎𝑖 𝑑𝑎𝑢𝑛 𝑝𝑢𝑛 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑔𝑢𝑔𝑢𝑟 𝑚𝑒𝑙𝑎𝑖𝑛𝑘𝑎𝑛 𝐷𝑖𝑎 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑒𝑡𝑎ℎ𝑢𝑖𝑛𝑦𝑎 (𝑝𝑢𝑙𝑎), 𝑑𝑎𝑛 𝑡𝑖𝑑𝑎𝑘 𝑗𝑎𝑡𝑢ℎ 𝑠𝑒𝑏𝑢𝑡𝑖𝑟 𝑏𝑖𝑗𝑖 𝑝𝑢𝑛 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑘𝑒𝑔𝑒𝑙𝑎𝑝𝑎𝑛 𝑏𝑢𝑚𝑖… 𝑚𝑒𝑙𝑎𝑖𝑛𝑘𝑎𝑛 𝑡𝑒𝑟𝑡𝑢𝑙𝑖𝑠 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑘𝑖𝑡𝑎𝑏 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑛𝑦𝑎𝑡𝑎.”
(Potongan Cerpen PAI)
𝙎𝙝𝙖𝙛𝙬𝙖 𝙍𝙖𝙢𝙖𝙙𝙝𝙖𝙣𝙣𝙞𝙨𝙖
#aksararenjana