Hidup hanya sekali.
Tak ada pengulangan, tak ada versi cadangan.
Kita hanya sekali menjadi kecil tertawa tanpa alasan, percaya tanpa ragu.
Hanya sekali menjadi muda berlari mengejar mimpi, jatuh lalu bangkit tanpa banyak berpikir.
Dan nanti, hanya sekali menjadi tua belajar menerima, melepaskan, dan mengenang.
Semua datang satu kali, lalu pergi tanpa bisa dipanggil kembali.
Sering kali kita menunda—menunda bahagia, menunda mencoba, menunda berkata “aku ingin” atau “aku sayang.” Seolah waktu akan selalu memberi kesempatan kedua.
Padahal tidak.
Hidup ini bukan tentang menunggu saat yang sempurna, karena kesempurnaan tak pernah benar-benar datang. Ia tentang berani menjalani hari ini, dengan segala kurang dan lebihnya.
Jadi, hiduplah kini.
Rasakan detiknya, jalani langkahnya, dan jangan terlalu sibuk meragukan diri sendiri.
Karena saat waktu terus berjalan…
yang tersisa bukan berapa lama kita hidup,
melainkan seberapa benar kita pernah benar-benar hidup.
Kecil hanya sekali
Muda hanya sekali
Tua hanya sekali
“Hiduplah kini”
#manusia
shafwa
Xóa nhận xét
Bạn có chắc chắn muốn xóa nhận xét này không?