Ia menatap rubik itu lama warna-warnanya berantakan, tak ada satu sisi pun yang benar-benar utuh.
Seperti hidupnya akhir-akhir ini.
Ia mencoba memutar satu sisi, lalu sisi lainnya. Kadang terlihat hampir selesai, tapi satu gerakan kecil justru merusak semuanya lagi. Awalnya ia kesal, merasa tak pernah benar-benar berhasil.
Namun, semakin lama ia menyadari sesuatu.
Rubik itu tidak pernah marah saat diacak. Ia tidak pernah menyerah hanya karena bentuknya kembali berantakan. Ia hanya menunggu diputar lagi, dicoba lagi, tanpa lelah.
Mungkin hidup memang seperti itu. Bukan tentang sekali selesai, tapi tentang keberanian untuk terus memperbaiki, meski harus mengulang dari awal berkali-kali.
Dan di antara kekacauan itu, ada harapan kecil bahwa suatu hari, semua warna akan menemukan tempatnya sendiri.
#manusia
shafwa
حذف نظر
آیا مطمئن هستید که می خواهید این نظر را حذف کنید؟