Ia menyukai mawar bukan hanya karena warnanya yang indah, tapi karena ia tahu, setiap kelopak yang lembut selalu dijaga oleh duri-duri yang tajam.
Katanya, hidup juga begitu. Kita tumbuh dengan luka-luka kecil yang diam-diam menguatkan. Duri-duri itu bukan untuk menyakiti tanpa alasan, tapi untuk melindungi sesuatu yang rapuh agar tetap utuh.
Namun, tak semua orang mengerti. Banyak yang ingin memetik tanpa hati-hati, lalu menyalahkan mawar ketika jari mereka terluka.
Padahal, mawar tak pernah berpura-pura. Ia sudah menunjukkan siapa dirinya sejak awal indah, tapi tidak mudah dimiliki.
Dan mungkin, kita pun sama. Belajar menjadi mawar yang berani mekar, meski tahu dunia tak selalu lembut. Menyimpan duri, bukan untuk melukai, tapi untuk menjaga hati yang pernah hampir hancur.
#manusia
#berbunga
shafwa
コメントを削除
このコメントを削除してもよろしいですか?