Langit itu selalu ada biru, kadang kelabu terhampar di balik jendela bening yang setiap hari menatapku kembali. Dari kursi yang sama, di ruang yang sama, aku melihatnya seperti lukisan yang tak pernah benar- benar bisa kusentuh.
Di sinilah arena juangku. Belasan jam berlalu di antara layar, buku, dan lelah yang datang diam-diam. Kadang waktu terasa berat, seperti enggan bergerak. Tapi di sela-sela itu, aku sering mencuri pandang ke luar mencari jeda dari hiruk pikiran yang tak henti bekerja.
Langit tak pernah berkata apa-apa, tapi selalu memberi rasa lega. Seolah mengingatkan bahwa di luar sana, dunia tetap luas, tetap berjalan, menungguku untuk kembali melangkah suatu saat nanti.
Dan mungkin, setiap lelah yang tertinggal di ruangan ini, perlahan akan menemukan maknanya seluas langit yang terus setia kulihat dari balik jendela bening itu.
#manusia
shafwa
删除评论
您确定要删除此评论吗?