DHAMIR MUNFASHIL
Literasi seringkali dimulai dari hal yang paling dasar: Siapa yang sedang berbicara?
Dalam struktur Dhamir Munfashil, kita diajarkan bahwa setiap entitas punya tempatnya masing-masing. Tidak ada yang samar. Antara Anta (kamu) dan Antum (kalian), ada penghargaan terhadap jumlah dan kehormatan. Lewat Dhamir Munfashil, kita belajar tentang presisi. Ada perbedaan antara 'dia' laki-laki (هو) dan 'dia' perempuan (هي). Ada ruang antara 'aku' (أنا) yang personal dan 'kita' (نحن) yang komunal.
Mempelajari dhamir bukan sekadar menghafal deretan kata, tapi melatih ketelitian logika dalam memahami teks, terutama saat kita bersinggungan dengan ayat-ayat Al-Qur'an. Karena satu kata ganti yang terlewat, bisa mengubah seluruh lanskap pemahaman.
Sudahkah kita memberikan hak yang tepat pada setiap kata hari ini?
Sumber Video: ig Mutercime