Khám phá nội dung hấp dẫn và quan điểm đa dạng trên trang Khám phá của chúng tôi. Khám phá những ý tưởng mới và tham gia vào các cuộc trò chuyện có ý nghĩa
Doa Di Hari Arafah Adalah Doa Terbaik.
Abdullah bin Amr Radhiyallahu anhu meriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam :
خَيْرُ الدُّعاءِ دُعاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَناَ وَالنَّبِيُّوْنَ مِنْ قَبْلِيْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Sebaik-baik doa adalah doa hari Arafah, dan sebaik-baik ucapan yang aku dan para nabi sebelumku ucapkan adalah La ilaha illallah wahdahu la syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘ala kulli syaiin qadir.” [HR. at-Tirmidzi no. 3585, dihukumi shahih oleh al-Albani]
Dalam riwayat Imam al-Bukhari disebutkan:
وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ وَأَبُو هُرَيْرَةَ يَخْرُجَانِ إِلَى السُّوقِ فِي أَيَّامِ الْعَشْرِ يُكَبِّرَانِ وَيُكَبِّرُ النَّاسُ بِتَكْبِيرِهِمَا
“Dahulu Ibn ‘Umar dan Abu Hurairah keluar menuju pasar pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah sambil mengumandangkan takbir, lalu orang-orang ikut bertakbir mengikuti takbir keduanya.”
Atsar (amalan sahabat) ini memberikan gambaran sangat menarik tentang bagaimana generasi awal Islam membangun budaya spiritual yang menyatu dengan kehidupan sosial. Pasar yang identik dengan aktivitas ekonomi, transaksi, dan kesibukan dunia tidak membuat mereka lalai dari dzikir kepada Allah. Justru di tengah keramaian itulah syiar tauhid dihidupkan.
[source: https://mui.or.id/public/index.....php/baca/opini/sepu ]
Rasulullah SAW bersabda:
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ
Artinya: “Puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR Muslim)
jadi marilah kita melaksanakan ibadah puasa arafah bersama.
[source:https://kabtrenggalek.baznas.g....o.id/artikel/show/ke ]
LARANGAN MEMOTONG KUKU & MEMOTONG RAMBUT BAGI YANG INGIN BERQURBAN
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diriwayatkan oleh al Jama’ah kecuali Al Bukhari yaitu dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha,
إِذَا رَأَيْتُمْ هِلاَلَ ذِى الْحِجَّةِ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّىَ فَلْيُمْسِكْ عَنْ شَعْرِهِ وَأَظْفَارِهِ
“Jika kalian telah menyaksikan hilal Dzul Hijah (maksudnya telah memasuki satu Dzulhijah, pen) dan kalian ingin berqurban, maka hendaklah shohibul qurban membiarkan (artinya tidak memotong) rambut dan kukunya.”