Opdage indlæg

Udforsk fængslende indhold og forskellige perspektiver på vores Discover-side. Afdække friske ideer og deltag i meningsfulde samtaler

Setelah lelah seharian beraktivitas, tubuh kita mendambakan istirahat. Namun sebelum kita rebahkan tubuh atau beristirahat, ada satu amalan sunnah yang begitu agung, ringan dikerjakan, tapi besar pahalanya di sisi Allah, yaitu shalat witir sebelum tidur.

Shalat witir adalah penutup yang indah untuk hari kita. Ia adalah bentuk pengakuan bahwa setelah semua urusan dunia, kita tetap kembali kepada Allah, memohon ampun, dan menyerahkan segalanya pada-Nya.

Yuk, Shalat Witir Terlebih Dahulu Sebelum Tidur.
Ringan dikerjakan, tapi berat di timbangan amal

Sumber Gambar: Sunnahfiqih

image

Dalam Islam, setiap aktivitas kita bisa menjadi ibadah termasuk makan. Salah satu bentuk ibadah saat makan adalah dengan membaca doa sebelum makan. Namun, kadang kita lupa membaca doa di awal, entah karena terburu-buru atau sedang sibuk berbicara. Jangan khawatir, Islam itu penuh rahmat dan pengertian.

Rasulullah ﷺ mengajarkan doa khusus jika kita lupa membaca doa makan di awal. Doa tersebut bisa dibaca segera setelah teringat, meskipun sudah dalam suapan kedua atau ketiga. Dengan membaca doa ini, insyaAllah keberkahan tetap akan menyertai makanan kita.

Islam tidak memberatkan, tapi justru membimbing dengan kelembutan. Lupa itu manusiawi, tapi yang luar biasa adalah ketika kita segera memperbaiki dan tetap mengingat Allah dalam setiap momen, termasuk saat makan.

Yuk, biasakan berdoa sebelum makan
Dan kalau lupa, ucapkan:
"Bismillāhi awwalahu wa ākhirahu."
Agar makanan kita tetap penuh berkah.

Sumber Gambar: TheQuranPath

image

Dalam kehidupan sehari-hari, makan sering dianggap sekadar rutinitas untuk mengisi perut. Tapi Islam mengajarkan bahwa makan bukan hanya soal fisik, melainkan juga tentang adab, kebersamaan, dan kehangatan hati.

Tahukah kamu? Rasulullah ﷺ biasa berbincang saat makan bersama para sahabatnya. Beliau tidak hanya makan dalam diam, tetapi menyelingi dengan kata-kata penuh hikmah, doa, bahkan canda yang menyejukkan.
Ini menunjukkan bahwa makan sambil ngobrol, selama dengan adab dan tidak berlebihan, adalah bagian dari sunnah. Bukan hanya mengisi perut, tapi juga mengisi hati dengan keakraban, kasih sayang, dan ukhuwah.

Yuk, hidupkan sunnah dalam makan. Bukan hanya "Apa yang kita makan?", tapi juga "Bagaimana kita makan?" dengan adab, kebersamaan, dan hati yang penuh syukur.

Sumber Gambar: Surabaya Mengaji

image

Sholat adalah momen terindah seorang hamba bertemu dengan Rabb-nya. Tapi tahukah kita? Keindahan itu tidak berakhir dengan salam terakhir. Justru, selepas sholat adalah saat-saat penuh keberkahan, di mana langit terbuka dan pintu-pintu rahmat terbentang luas.

Rasulullah ﷺ tidak langsung beranjak setelah sholat. Beliau duduk sejenak, berdzikir, memohon ampun, dan memuji Allah. Dalam riwayat disebutkan, dzikir dan doa selepas sholat memiliki keutamaan besar penghapus dosa, penenang hati, dan bukti cinta kita kepada Allah.

Namun, hari ini kita sering tergesa-gesa. Baru salam, langsung berdiri, langsung pergi. Padahal, berdiam diri sejenak selepas sholat adalah bentuk adab dan khusyuk. Ia melatih hati untuk tidak terburu-buru meninggalkan pertemuan dengan Sang Pencipta.

Yuk, mulai sekarang, jangan langsung bangkit setelah salam.
Karena terkadang, hidayah besar datang bukan saat berdiri, tapi saat kita duduk diam, merenung, dan menyebut nama-Nya.

Sumber Gambar: oganilirmengaji

image

Penulisan shalawat kepada Nabi (shallallahu ‘alaihi wasallam) tidak selayaknya untuk disingkat dengan ‘SAW’ atau yang semisalnya. Termasuk dalam hukum ini juga adalah penulisan subhanahu wata’ala disingkat menjadi SWT, radhiyallahu ‘anhu menjadi RA, ‘alaihissalam menjadi AS, dan sebagainya.

Yukk, latih dan membiasakan untuk menuliskannya secara lengkap dan benar, karena keduanya adalah bentuk doa dan pujian.

Sumber Gambar: TheQuranPath

image

Jangan Mudah Menerima Berita Media
Di era informasi yang begitu cepat dan mudah diakses seperti sekarang, berita dan kabar datang silih berganti. Namun, tidak semua yang kita dengar atau baca itu benar adanya. Kadang, berita yang belum jelas kebenarannya bisa membuat kita salah paham, bahkan memicu perpecahan dan kegelisahan.
Lakukanlah Tabayyun, Kroscek atau carilah kejelasan terhadap berita-berita media, jangan terima mentah-mentah begitu saja.
Dengan bertabayyun, kita turut menjaga kedamaian dan keharmonisan di lingkungan sekitar. Mari bersama-sama menjadi masyarakat yang cerdas dalam menyikapi berita, agar kita tidak menjadi bagian dari penyebar hoaks dan informasi yang salah.

Yuk, mulai sekarang cek dulu kebenarannya, tanyakan sumbernya, dan pikirkan dampaknya sebelum menyebarkan berita. Bersama, kita bisa ciptakan lingkungan yang lebih aman dan damai.

Sumber Gambar: al.fiqotun.najiyah

image

Si Manis Perangkai Kata!

Bagi kami, merangkai kata menjadi sajak tentu tidak mudah saat itu. Satu hobi yang menjadikan satu buku ini menjadi berwarna. Kedekatan kami layaknya berteman memang banyak kisah uniknya. Sama-sama menjadi guru Bahasa Indonesia meski di pulau yang berbeda. Kami tidak sering bercerita melalui media sosial. Kami juga tidak sering bertanya kabar meski hanya melalui pesan singkat. Namun, setiap liburan semester tiba, kami sering merencanakan bepergian ke pantai. Pantai yang dari zaman sekolah dulu sering ku kunjungi. Paling kami bertukar cerita saat pertemuan itu saja. Namun, persahabatan kami terasa hangat. Sambil menatap ombak di laut dan menyantap makanan khas kota Padang di tepi pantai, kami saling berbagi cerita tentang pengalaman masing-masing selama berada di pulau yang berbeda. Ternyata cerita kami sangatlah seru, hingga tak terasa waktu senja pun menghampiri. Di akhir pertemuan kami saat itu, kami merencanakan untuk menulis antologi yang bertemakan tentang perjalanan kisah saya di rantau dan perjalanan kisah teman saya di kampung halaman. Profesi kami yang sama-sama jadi pendidik ini patut untuk dilukiskan dalam sebuah tulisan yang nantinya bisa kami kenang. Alhamdulillahilladzi bini'matihi tatimmusholihat, sejak hari itu sampai pada akhir tahun 2021, buku ini bisa kami susun dengan judul "Si Manis Perangkai Kata"

image

Pernah merasa insecure?

Pernah merasa insecure karena bukan siapa-siapa? karena tidak punya privilage atau karena tidak goodlooking?

Sebenarnya kamu tidak perlu inscure kalau kamu bergantung sama Allah Ta'ala. Karena Allah maha mampu cukupkan semua, Allah mampu kasih jalan buat kita, Allah mampu gerakan hati manusia, dan Allah mampu bantu kita entah bagaimana caranya. Sebagaimana yang terdapat pada surat Ath Thalaq/65:3 yang artinya:

"Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya"

Kalau kamu mengerti seberapa hebatnya kemampuan Allah, maka kamu akan bergantung denganNya. dan ketika kamu sudah bergantung denganNya, tidak akan ada lagi rasa insecure pada diri kamu.

Referensi: https://almanhaj.or.id/
@hijratime

#tahukahkamu

بسم الله الرحمن الرحيم

☘ MEMPERBANYAK SENYUM

Senyum kepada lawan bicara, atau orang yang ditemui, akan mencairkan hati dan menimbulkan kebahagiaan. Tidak ada hati yang fitrah dan bersih kecuali pasti akan memberikan respon positif terhadap senyuman. Wajah yang penuh senyuman adalah akhlak

Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam. Sebagaimana yang diceritakan oleh sahabat Jarir bin Abdillah Radhiallahu’anhu :

“Sejak aku masuk Islam, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam tidak pernah menghindari aku jika aku ingin bertemu dengannya, dan tidak pernah aku melihat beliau kecuali beliau tersenyum padaku” (HR. Bukhari, no.6089).

Selain menjadi bagian dari praktek akhlak mulia Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, senyuman juga hal yang diperintahkan oleh beliau kepada ummatnya dalam berinteraksi sosial.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

“Senyummu terhadap wajah saudaramu adalah sedekah” (HR. Tirmidzi 1956, ia berkata: “Hasan gharib”. Dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih At Targhib)

Hadits ini juga dalil bahwa senyum itu merupakan sedekah. Walhamdulillah, betapa Allah itu Ar Rahim, sangat penyayang kepada hamba-Nya. Karena ternyata sedekah itu tidak harus dengan uang atau harta benda. Cukup menggerakkan otot wajah dan bibir, membentuk sebuah senyuman, seseorang sudah bisa bersedekah. Betapa banyak orang yang ditemui setiap hari sehingga betapa banyaknya sedekah yang dilakukan jika kita mempraktekan akhlak mulia ini.
Andai anda berat untuk tersenyum, setidaknya janganlah bermuka masam, kecut, sinis kepada orang lain. Sekedar memasang muka yang cerah, itu sudah dihitung kebaikan dalam Islam.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

“Janganlah engkau meremehkan kebaikan sekecil apapun, walaupun itu berupa cerahnya wajahmu terhadap saudaramu” (HR. Muslim, no. 2626)

Barakallahu fikum

Picture dan Materi: by grub Kajian Cintah Sunnah 23

image

"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir." (QS. Al-Baqarah [2]: 286)

Inilah bagian penutup dari Surah Al-Baqarah (Ayat 286), sebuah doa yang mengajarkan kita tentang Rahmat Allah. Melalui doa ini, kita memohon ampunan atas kelupaan dan kesalahan, keringanan agar tidak dibebani ujian yang terlalu berat (seperti umat terdahulu).
Pertolongan dari Dzat yang Maha Melindungi.
Keutamaan: Rasulullah ﷺ bersabda, "Barangsiapa membaca dua ayat terakhir dari Surat Al-Baqarah pada malam hari, maka keduanya mencukupinya." (HR. Bukhari & Muslim).
Yuk, rutinkan baca ini. Semoga kita selalu dicukupi, diampuni, dan dirahmati Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Aamiin.

image