Discover posts

Explore captivating content and diverse perspectives on our Discover page. Uncover fresh ideas and engage in meaningful conversations

Sering kali kita mengira ucapan salam hanya untuk saat bertemu orang lain. Padahal, ketika memasuki rumah yang tidak berpenghuni pun kita tetap dianjurkan mengucapkannya. Ini bukan sekadar kebiasaan, tapi bentuk dzikir yang menghadirkan keberkahan dan mengingatkan bahwa kita selalu berada dalam pengawasan Allah. Amalan kecil, namun penuh makna dan pahala.

Yuk hidupkan sunnah sederhana ini 🤍
Siapa yang sudah rutin mengucapkan salam saat masuk rumah?

Sumber Gambar: MuslimafiyahCom

image

#tahukahkamu


MENYIKAPI PERLAKUAN BURUK ORANG TERHADAP KITA

Syaikh Ali Ath Thantawi rohimahullah berkata,

“Janganlah engkau menyiksa dirimu dengan memikirkan apa yang dikatakan orang lain tentangmu. Jika apa yang mereka katakan itu benar, maka itu adalah penebus dosa bagimu.

Dan jika apa yang mereka katakan itu salah, maka itu akan menjadi kebaikan (pahala) yang dihadiahkan kepadamu tanpa engkau harus bersusah payah beramal..”

(Fushul fi al-Adab – 156/157

 Beberapa poin penting dari nasehat di atas :

1. RIDHO SEBAGAI PERISAI. Beliau rohimahullah menjelaskan bahwa ridho terhadap gangguan orang lain adalah tanda kekuatan iman. Jika kita yakin bahwa segala sesuatu terjadi atas izin Allah, maka hinaan orang lain tidak akan bisa menjatuhkan derajat kita di sisi-Nya.

2. KEUNTUNGAN SPIRITUAL. Beliau rohimahullah mengajak kita melihat “keuntungan” di balik perlakuan buruk. Orang yang menghina sebenarnya sedang mentransfer pahalanya kepada kita. Dengan pandangan ini, rasa marah akan berubah menjadi rasa kasihan atau minimal ketenangan.

3. MENJAGA FOKUS. Syaikh Ali Ath Thantawi rohimahullah mengingatkan bahwa waktu kita terlalu berharga untuk dihabiskan dengan membalas keburukan. Beliau rohimahullah sering berkata bahwa “diamnya orang yang mulia adalah jawaban yang paling pedas bagi orang yang bodoh..”

sumber: https://bbg-alilmu.com/archives/73677

Via HijrahApp

image

Di depan pintu ini ku berdiri tanpa henti mengucap rasa syukur. Tiada kata terucap selain air mata yang menguraikan segalanya. Di tempat ini ku berdoa dengan hati yang ikhlas. Menengadahkan tangan meminta untuk kembali lagi ke tempat yang nyaman iniđź©·

image

Kita kemana?
Mau kemana?
Hendak mencari apa?
Hendak menuntut untuk apa?

#manusia
#kieltv
#kelana

Kita berjalan, tapi sering lupa arah.
Melangkah jauh, namun tak selalu tahu tujuan.
Di antara riuh dunia yang penuh tuntutan,
pertanyaan itu datang pelan
kita ke mana?

Mau ke mana, jika hati sendiri masih ragu?
Hendak mencari apa, jika yang hilang belum benar-benar dipahami?
Kita mengejar banyak hal,
namun kadang tak pernah bertanya:
apakah itu yang benar-benar dibutuhkan?

Dan hendak menuntut untuk apa,
jika pada akhirnya semua kembali pada diri
tentang cukup atau tidak,
tentang damai atau tidak.

Mungkin bukan soal seberapa jauh melangkah,
melainkan seberapa sadar arah yang dipilih.
Sebab hidup bukan hanya tentang sampai,
tapi tentang mengerti.
untuk apa semua ini dijalani?

#manusia
#kelana

Masa depan bukan sesuatu yang menunggu di ujung jalan,
ia tumbuh pelan di setiap langkah yang hari ini dipilih.
Seringkali terlihat jauh, samar, bahkan menakutkan
seolah penuh kemungkinan yang belum tentu berpihak.

Namun di balik segala ketidakpastian,
ada harapan yang diam-diam bertahan.
Ia tak selalu bersuara lantang,
kadang hanya berupa keyakinan kecil
bahwa esok layak diperjuangkan.

Tak semua rencana akan berjalan utuh,
tak semua mimpi akan tiba tepat waktu.
Tapi setiap usaha yang tak menyerah,
sedang menulis masa depan dengan caranya sendiri.

Dan suatu hari nanti,
yang dulu terasa gelap dan ragu,
akan menjadi cerita tentang keberanian
yang pernah memilih untuk tetap melangkah.

#manusia

Ada bagian dalam dirimu yang diam-diam menyimpan sesal,
mengulang kejadian lama seolah waktu tak pernah berjalan.
Hati kecil itu lelah bukan karena salahnya,
melainkan karena terus dihakimi oleh dirimu sendiri.

Ia hanya ingin dimengerti, bukan diadili.
Ia pernah berharap, pernah percaya,
dan meski akhirnya terluka, itu bukan dosa
itu tanda bahwa ia hidup.

Ampuni hati kecilmu,
sebab ia telah berjuang tanpa suara.
Ia tetap bertahan di saat semuanya runtuh,
meski tak pernah mendapat pelukan dari dirimu sendiri.

Dan mungkin, mulai hari ini,
maafkanlah dia.
bukan karena ia sempurna,
tapi karena ia adalah bagian dari dirimu yang paling jujur.

#manusia

Di balik riuh dunia yang terus bergerak, ada satu ruang yang tak pernah benar-benar ramai ruang itu adalah diri. Tempat segala tanya berdiam, tempat luka memilih diam, dan harapan belajar bertahan.

Diri bukan sekadar bayangan di cermin. Ia adalah perjalanan panjang yang sering tak terlihat, tentang jatuh yang disembunyikan, tentang bangkit yang tak pernah diumumkan.

Kadang, diri terasa asing seolah berjalan bersama seseorang yang tak sepenuhnya dikenal. Namun justru di situlah maknanya: mengenal, menerima, lalu perlahan memaafkan.

Karena pada akhirnya, yang paling lama tinggal bukan siapa-siapa melainkan diri sendiri.


#manusia
#diri

Sebelum kenal surya, kulit ku sudah begini.
Sebelum adanya agora phobia.
Jauh sebelum aku bernyawa, ia menyayangiku, mengasihiku. Satu satunya tempatku mengiba, menjagaku.

Dari seramnya dunia

#manusia

Kadang yang bikin sulit bukan berhentinya, tapi melepas rasa “sayang”-nya. Padahal waktu kita terlalu berharga untuk dihabiskan tanpa arah. Sedikit demi sedikit, kita bisa ganti kebiasaan dengan hal yang lebih bermanfaat, lebih dekat dengan ilmu, lebih banyak membantu, dan lebih mendekat kepada Allah. Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil hari ini.

Berani berhenti main game demi hal yang lebih bermanfaat?
Yukk Mulai Hari Ini

Sumber Gambar: TheQuranPath

image